September 28 , 2021

Mau Pakai dan Paham Azure Stack? Baca Artikel Ini Dulu

Blog

Halo, kali ini kita akan membahas salah satu cloud platform terbilang masih baru, yang disediakan oleh Microsoft, yaitu Azure Stack, iya Azure Stack (pake Stack), bukan Azure doang. Nah ingin mengenal lebih jauh terkait platform ini? Apa perbedaannya dengan platform Azure yang sudah lebih dahulu berada di pasar cloud computing? Tetap pada artikel ini ya.

Apa Itu Azure Stack?

Pada tahun 2018 lalu, tepatnya pada kuartar pertama, dengan versi pertamanya yakni 1802. Sekedar informasi untuk versi tersebut mempunyai arti juga lho, yang mana 2 kata pertama menunjukkan tahun release dari Azure Stacknya, dan 2 kata terakhir menunjukkan bulan dari releasenya.

Tahun dan Bulan Release Azure Stack
Gambar 1 : Tahun dan Bulan Release Azure Stack

"Azure Stack adalah solusi perangkat lunak cloud computing hybrid yang dikembangkan oleh Microsoft yang dirancang untuk membantu organisasi memberikan layanan Azure dari pusat data mereka sendiri atau on premise."

Azure Stack memiliki 2 jenis, yaitu Azure Stack Hub dan Azure Stack HCI, Perbedaan Azure Stack Hub dan Azure Stack HCI apa aja sih? Secara garis besar, Azure Stack Hub adalah sebuah extension dari Azure Global (public), jadi beberapa services yang ada di Azure Global tersebut akan ada juga di Azure Stack Hub (seperti Azure VMs, webapps, key vault, containers, dll).

Sedangkan Azure Stack HCI lebih condong kepada teknologi Hyperconverge-nya, yang dimana secara fitur akan berbeda dengan yang ada di Azure Global. Dan juga lebih berfokus sebagai host virtualisasi saja. Kalau secara gambarannya bisa melihat pada gambar di bawah ini terkait perbedaannya:

Perbedaan Azure, Azure Stack Hub, dan Azure Stack HCI
Gambar 2 – Perbedaan Azure, Azure Stack Hub, dan Azure Stack HCI, Sumber : microsoft.com

Namun pada artikel ini, kita akan lebih membahas terkait Azure Stack Hub saja ya, untuk artikel terkait Azure Stack HCI-nya, nanti akan kita bahas pada artikel selanjutnya, so tunggu artikel selanjutnya dari Tim ViBiCloud yaa.

Arsitektur Azure Stack Hub

Karena Azure Stack Hub ini dapat dikatakan membawa sebagian services yang ada di Azure Global ke Datacenter milik kita, maka secara arsitektur akan lebih kompleks jika dibandingkan dengan server-server dengan virtualisasi biasa.

Untuk mendeploy Azure Stack Hub sendiri, juga diharuskan untuk menggunakan server hardware dari beberapa hardware partner yang telah dipercayai oleh Microsoft itu sendiri, dan pada saat artikel ini dibuat sudah ada 4 partner yang dapat menyediakan server-server untuk digunakan oleh Azure Stack Hub, yakni HPE, Dell, Huawei, dan Lenovo.

Jadi tidak bisa sembarangan untuk deploy Azure Stack Hub ini tidak bisa sembarangan menggunakan server yang lain yaa

Model skenario koneksi yang dapat digunakan dengan Azure Stack Hub ini ada beberapa macam, yaitu:

1. Online, yang berarti penggunaan Azure Stack Hub akan selalu terkoneksi dengan internet

2. Koneksi yang tidak stabil, yang berarti Azure Stack Hub juga dapat tetap digunakan walaupun secara koneksi internetnya tidak stabil, ataupun server-servernya di letakkan pada lokasi yang terpencil.

3. Offline, yang berarti untuk penggunaan Azure Stack Hub ini sama sekali tidak memiliki koneksi internet

Kemudian, arsitektur secara hardwarenya seperti apa sih? Nah, berdasarkan dari dokumentasi Microsoft sendiri, minimal server Hardware yang dapat digunakan itu mulai dari 4 server hingga 16 server.

Tapi 4-16 server yang dimaksud oleh Microsoft itu, tiap servernya itu akan ada terdiri lagi dari beberapa hardware komponennya, seperti leaf switch, bmc switch, dan beberapa servers lagi.

Kemudian dari tiap server tersebut Microsoft memberi nama yaitu Scale Unit. Dan berikut ini untuk gambaran secara arsitektur hardware yang digunakan dari tiap scale unit.

Gambar 3 – Arsitektur Perangkat Keras, Sumber : microsoft.com

Kenapa Pake Azure Stack Hub?

Nah yang terakhir kita bahas, kenapa sih harus pake Azure Stack Hub? Untuk penggunaan Azure Stack Hub ini sendiri, sebenernya akan sangat cocok digunakan ketika terdapat case yang seperti di bawah ini:

1. Regulasi. Yes regulasi yang mana pada saat artikel ini dibuat, menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 82 Tahun 2012, tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik menyebutkan bahwa,

“Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik, antara lain diwajibkan untuk menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia”.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Hal tersebut yang menjadikan bahwa para penyeleggara sistem elektronik dalam arti perusahaan yang menyediakan suatu sistem elektronik yang digunakannya berfokus di wilayah Indonesia, maka secara penempatan server-servernya (baik server utama maupun server backup) diwajibkan untuk ditempatkan di wilayah Indonesia juga.

Nah, untuk hal ini ViBiCloud menyediakan Azure Stack Hub yang ditempatkan di wilayah Indonesia, jadi jika pembaca ingin menempatkan servernya di Indonesia, namun juga ingin tetap merasakan penggunaan Azure untuk management server-servernya, maka bisa menggunakan Azure Stack yang telah kami sediakan.

2. Karena Azure Stack Hub ini dapat menyediakan beberapa macam PaaS, seperti service fabric, kubernetes container service, etherum blockchain, dan cloud foundry, maka hal tersebut menjadikan Azure Stack Hub cocok untuk berbagai macam use case, seperti:

a. Sistem untuk finansial modelling (seperti fintech)

b. Sistem yang berkaitan dengan data klinis atau kesehatan

c. Sistem yang digunakan untuk IoT dan analisisnya

d. Sistem untuk smart city

Dan masih banyak lagi.

Penutup

Azure Stack adalah teknologi yang diciptakan oleh Microsoft terkait cloud computing yang dapat dibawa langsung ke datacenter Anda, jadi Anda juga dapat merasakan punya teknologi cloud computing sendiri yang ditempatkan di onpremise Anda.

Jika Anda masih ingin tau lebih dalam lagi terkait layanan Azure Stack Hub atau mungkin apakah case yang Anda hadapi saat ini apakah cocok untuk menerapkan Azure Stack Hub ini?

Anda bisa langsung konsultasi ke Tim ViBiCloud kok, dengan klik tombol Contact Us di bawah artikel ini, nanti dari Tim ViBiCloud dengan senang hati dapat memberikan Anda informasi-informasi lebih dalam maupun enablement terkait Azure Stack.

So, see you for the next article yaa.. Stay safe, stay healthy.

Read More Article's

Hospitals must ensure that patient records, diagnostic images, and administrative files are stored securely, remain easily accessible, and comply with strict data retention regulations.

Read More Article's

Memahami OCR dan IDP sangatlah penting, karena salah mengambil teknologi pada akhirnya akan menghambat pada tujuan perusahaan.

Keep in Touch

Fill Form & Download Our Company Profile (UPDATE)

We are here to assist you with your cooperation in the 24/7 day. We are ready to respond to you by following the information. Please contact us for more information! (UPDATE)

Fill This Form