October 07 , 2021
3 Langkah Mudah Memulai Adopsi Hybrid Cloud untuk Bisnis Anda
Seiring dengan berjalannya waktu, pemanfaatan cloud computing sudah dilirik dan diminati oleh semua kalangan perusahaan termasuk yang ada di Indonesia, mulai dari small-medium hingga enterprise. Lalu apa saja tantangan dan langkah dari Adopsi Hybrid Cloud untuk Bisnis? Simak selengkapnya dalam artikel kali ini.
Hal ini sudah di prediksi oleh lembaga gartner bahwa pada tahun 2021, 75% perusahaan berskala menengah hingga besar akan mulai mengadopsi cloud, terlepas dari solusi mana yang digunakan, apakah itu multi-cloud atapun hybrid cloud.
Fakta lain yang dipaparkan oleh CRN bahwa sekitar 80% dari perusahaan enterprise memiliki strategi penggunaan hybrid cloud (public cloud dan private cloud). Hal ini menunjukan bahwa solusi hybrid cloud masih populer untuk digunakan, terlebih lagi di masa pengadopsian cloud computing.
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa hybrid cloud masih sangat sering di pilih oleh perusahaan-perusahaan?
Pada data survey Microsoft menyimpulkan beberapa faktor yang masih menjadi tantangan bagi perusahaan yang akan menggunakan cloud, seperti berikut:

Tantangan Dalam Adopsi Cloud
Mari kita bahas bagian-bagian yang menarik dari data diatas:
a. Data Sovereignty & Privacy
Faktor ini menjadi salah satu perhatian penting bagi perusahaan dengan data-data penting seperti informasi pelanggan, termasuk informasi kepemilikan dan lain sebagainya, sehingga perusahaan masih memperhitungkan bahwa data tersebut perlu tetap berada di datacenter pribadi.
b. Physical control
Sebagian perusahaan masih membutuhkan fleksibilitas dalam pengontrolan komponen fisik server, termasuk dari sisi jaringan yang dikoneksikan kedalam server seperti contohnya menggunakan kabel LAN untuk terhubung secara langsung dengan koneksi latency yang minimum. Sehingga keberadaan server di datacenter pribadi masih dibutuhkan.
c. Application model
Faktor lain yang menjadi penghambat pengadopsian cloud adalah kecocokan aplikasi yang saat ini sudah berjalan, tidak memungkinkan untuk berjalan di on-premise karena masih perlu berjalan di versi lama (contohnya operating system) yang mana sudah tidak di sediakan di cloud platform lagi.
Disisi lain ada beberapa aplikasi lain yang juga sudah siap untuk berjalan di cloud, sehingga strategi hybrid cloud menjadi pilihan yang tepat untuk meng-optimalkan aplikasi yang bisa di modernisasikan, disamping itu aplikasi penting yang masih berjalan di versi lama juga tetap berjalan di on-permise datacenter.
d. Existing infrastructure
Perusahaan yang sudah terlanjur mengeluarkan investasi untuk memperpanjang datacenter on-premise juga tidak memiliki pilihan lain untuk tetap menggunakan on-premise. Disisi lain, perusahaan tersebut juga dapat memulai pengadopsian cloud dengan scenario start from small, dimulai dari aplikasi-aplikasi kecil, atau bisa menggunakan cloud sebagai perpanjangan kapasitas storage dan compute.
e. Regulatory Compliance
Tentu kita pahami bahwa tidak semua perusahaan memiliki kebebasan dalam menempatkan data mereka. Sebagian perusahaan harus mengikuti peraturan pengelolaan dan lokasi dari tempat penyimpanan dan pengoperasian data, seperti Lembaga pemerintahan dan perusahaan finansial. Hal ini menjadi tantangan buat perusahaan tersebut yang mana bisa terjawab dengan solusi hybrid cloud.
Dari faktor-faktor yang sudah di paparkan diatas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua solusi dapat terjawab hanya dengan mengimplementasikan public cloud ke dalam bisnis, penerapan hybrid cloud dalam pengadopsian cloud dapat menjadi pilihan yang paling tepat, apalagi untuk perusahaan yang baru memulai perjalan bisnisnya dengan cloud.
Pertanyaan selanjutnya adalah seperti apa pengimplementasian hybrid cloud tersebut?
3 Langkah Adopsi Hybrid Cloud
Kita langsung saja membahas topik utama dari artikel ini yaitu mengenai hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum melakukan penerapan hybrid cloud.
1. Pahami Regulasi yang ada untuk Perusahaan Anda
Pertama, sangat penting untuk Anda memahami regulasi yang ada, seperti melihat Data Center yang Anda gunakan. Untuk perusahaan seperti Perbankan contohnya, Data Center yang digunakan harus berada di lokal atau dalam negeri.
Jika Anda lalai dan tidak memerhatikan Regulasi, perusahaan Anda bisa saja terkena sanksi, maka sangat penting untuk Anda memerhatikan Regulasi yang ada dan merencanakan skenario adopsi hybrid cloud yang tepat dan dapat di implementasikan tanpa mengurangi nilai kepatuhan terhadap regulasi.
Disamping itu, jika regulasi menyatakan bahwa untuk lingkungan pengembangan tidak harus berjalan di datacenter on-premise atau memperbolehkan untuk publik, perusahaan Anda dapat menjalankan lingkungan pengembangannya di dalam public cloud.
Anda dapat memantau Regulasi yang ada salah satunya di website milik Asosiasi Cloud Computing Indonesia.
2. Pemilihan layanan cloud provider
Kedua, Untuk mengimplementasikan hybrid cloud, Anda pasti akan diperhadapkan dengan beberapa pilihan cloud provider, sehingga perlu ada nya proses uji coba dan memastikan bahwa skenario adopsi hybrid cloud yang ingin dicapai dapat dijawab oleh cloud provider tersebut, termasuk dengan fitur-fiturnya.
ViBiCloud sebagai cloud service provider (CSP) menyediakan layanan hybrid cloud, salah satunya dengan teknologi Azure stack, dimana memiliki 3 pilihan berbeda sesuai dengan skenario yang ingin di capai.
Salah satunya adalah azure stack hub, yang memiliki kapabilitas untuk mengirimkan layanan-layanan yang ada di azure public ke on-premise Anda.
Dengan kata lain, Anda dapat menikmati layanan atau fitur yang ada di azure public, namun tetap berjalan di on-premise data center milik pelanggan. Dengan solusi ini, sebenarnya pelanggan sudah memulai pengadopsian cloud computing.
3. Perencanaan pemindahan aplikasi yang siap untuk berjalan di cloud
Untuk memulai pengimplementasian hybrid cloud, Anda dapat memulainya dengan memilih aplikasi mana saja yang dapat di pindahkan ke public cloud.
Kemudian dari aplikasi yang sudah dipilih, Anda dapat merencanakan strategi migrasi yang tepat dan meminimalisir dampat terhadap layanan.
Tidak lupa untuk merencanakan solusi konektivitas antara datacenter on-premise dengan public cloud, di sesuaikan dengan kebutuhan operasional yang ada seperti pengaksesan user terhadap aplikasi yang nantinya akan berjalan di public cloud, ataupun komunikasi antar aplikasi yang berjalan di datacenter on-premise dan aplikasi yang berjalan di public cloud.
Jika Anda merasa tidak familiar terhadap pengimplementasian hybrid cloud ini, ViBiCloud hadir sebagai partner dalam pengadopsian cloud hybrid cloud ini sampai kepada layanan Managed Services Cloud yang memungkinkan untuk Anda terima beres.
Dengan pengalaman ViBiCloud yang sudah di capai hingga hari ini, kami sangat percaya bahwa Anda akan mendapatkan dukungan terbaik dari tim ahli kami. Konsultasikan sekarang juga dengan isi form dibawah ini.
Read More Article's
Hospitals must ensure that patient records, diagnostic images, and administrative files are stored securely, remain easily accessible, and comply with strict data retention regulations.
Read More Article's
Memahami OCR dan IDP sangatlah penting, karena salah mengambil teknologi pada akhirnya akan menghambat pada tujuan perusahaan.
Keep in Touch
Fill Form & Download Our Company Profile (UPDATE)
We are here to assist you with your cooperation in the 24/7 day. We are ready to respond to you by following the information. Please contact us for more information! (UPDATE)





