April 16 , 2021

Yakin Paham dan Siap Mengalami Transformasi Digital untuk Bisnis Anda?

Blog blog cloud cloud computing digital transformation transformasi digital

Transformasi digital adalah strategi penggunaan teknologi terkini dalam proses operasional bisnis yang membuat perubahan besar pada alur kerja suatu bisnis yang lebih efisien dan efektif. Banyak orang yang sudah menyadari akan hal ini, namun ternyata ketika memasuki proses, tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan.

Mengutip dari kata-kata salah satu co-founder PT. Central Utama Indowarna Bapak Indra Kurniawan pada video kunjungan CEO ViBiCloud dengan tema Vlog Customer Journey.

“Transformasi Digital itu bukan mau atau tidak, tapi kapan”.

Indra Kurniawan - Co-Founder PT.CUI

Simak Video selengkapnya mengenai diskusi Transformasi Digital berikut ini:

Dari diskusi tersebut Bapak Indra dan Bapak Alfonsus Bram CEO ViBiCloud, menyadari bahwa transformasi digital diperlukan untuk efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan sangatlah penting, tapi untuk memulai prosesnya, kita perlu memiliki pemahaman yang tepat dan persiapan yang matang mengenai langkah-langkah dari Transformasi Digital.

Di lansir dari Forbes dengan topic “Why 84% Of Companies Fail At Digital Transformation”, faktor utama kegagalan suatu perusahaan dalam transformasi digital adalah “not enough people within the organization are aware of the challenges”.

transformasi digital data people technology vibicloud

3 Hal yang Mempengaruhi Keberhasilan Transformasi Digital

Terdapat 3 area utama yang mempengaruhi keberhasilan Transformasi Digital, yaitu:

1. Transformasi dengan Teknologi Digital

Teknologi Digital merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam transformasi digital, dimana dapat mendukung operasional bisnis dalam mengambil keputusan secara cepat dan akurat berdasarkan proses penganalisaan data yang real-time.

Proses penganalisaan tersebut termasuk proses evaluasi dari data-data yang sudah dikumpulkan, serta memberikan umpan balik yang memacu proses operasional lebih maju.

Terdapat beberapa jenis teknologi yang dapat digunakan untuk menunjang transformasi digital agar proses operasional bisnis dapat berjalan lebih efisien dan efektif, yaitu:

a. Cloud computing, menawarkan peningkatan pada bisnis yang lebih efisien serta optimisasi biaya yang perlu di keluarkan. Dengan model pembayaran pay-as-you-go, perusahaan tidak perlu mempersiapkan dana besar diawal, karena biaya berdasarkan yang digunakan saja.

Komputasi cloud juga menawarkan efektifitas pengekasesan dari mana pun tanpa terbatas oleh lokasi, selama ada dukungan koneksi internet.

b. Internet of things (IoT), teknologi IoT memberikan kemampuan pengumpulan informasi / data yang lebih mudah dan akurat dari berbagai macam alat, mulai dari sensor, aplikasi, atau system lainnya.

Dengan teknologi IoT, data yang dikumpulkan juga akan terorganisir dengan baik, ketimbang pengumpulang data dilakukan secara manual oleh human, yang mana meningkatkan kemungkinan faktor human error.

c. Big Data, teknologi Big Data dapat membantu perolehan informasi dari berbagai sumber berbeda, yang kemudian di analisa untuk memberikan kesimpulan serta keputusan dalam mengevaluasi bisnis menjadi lebih baik.

Dengan adanya proses analisa data yang akurat, maka perusahaan dapat menyampaikan produk yang releva terhadap kebutuhan pelanggan, mitigasi resiko yang mungkin terjadi, serta memberikan pelayanan yang menarik pelanggan.

d. Artificial Intelligent (AI), teknologi AI mampu membuat mesin/sistem cerdas untuk dapat memahami, belajar, dan bertindak layaknya manusia sehingga dapat memberi respon pada suatu alur kerja bisnis yang lebih efisien.

Dalam transformasi digital, teknologi AI memberikan dampak memberikan kepraktisan ke pelanggan sehingga prosesnya akan lebih cepat.

2. Transformasi Data

Satu hal yang sekarang sering di perbincangkan dengan istilah big data atau data science, juga merupakan salah satu faktor penting dalam transformasi digital, dimana pengambilan keputusan pada operasional bisnis akan dilakukan berdasarkan data yang ada.

Istilah ini juga dikenal dengan “Data-driven company”, dimana setiap rencana pengelolaan bisnis suatu perusahaan akan selalu berdasarkan data.

Adapun tahapan-tahapan sebuah perusahaan untuk mencapai Data-Driven company:

Data-Driven company

a. Data-Resistance, dimana perusahaan tidak merasa memerlukan sebuah data untuk dijadikan bahan pertimbangan, namun hanya mempertimbangkan apa yang terjadi di lapangan berdasarkan informasi dari manusia.

Biasanya perusahaan yang menolak untuk melakukan transformasi menjadi data-driven company memiliki alasan yang bermacam-macam seperti, data mungkin mengungkapkan masalah kinerja yang tersembunyi, menunjukan organisasi memiliki strategi yang tidak selaras, serta menyoroti kontribusi individu yang menyulitkan secara politik.

Transisi dari Data-resistance ke Data-Aware biasanya berawal dari seseorang dalam perusahaan itu yang membutuhkan peningkatan kinerja tanpa mandate resmi dari perusahaan.

b. Data-Aware, dimana perusahaan menyadari akan keberadaan data dan memahami bahwa data memiliki nilai implisit. Pada tahapan ini, perusahaan berusaha mengumpulkan semua data dan mencari tahu apa saja yang ada di data nya, dan apa yang mungkin dapat dilakukan dengan data itu.

Transisi dari Data-Aware ke Data-Guided biasanya datang dari keputusan untuk memulai pemrosesan data yang telah di kumpulkan.

c. Data-Guided, dimana perusahaan mulai focus untuk proses analisa dari data yang telah di kumpulkan, yang kemudian menghasilkan kondisi yang terjadi saat ini berdasarkan data, dan apa yang harus dilakukan saat itu juga.

Pada tahapan ini, perusahaan sudah membuat sebuah tactical value, dimana taktik dibuat untuk tujuan jangka pendek. Teknologi yang di investasikan biasanya data storage dan warehousing, data analysis, ETL (extract, transform, dan load), serta komputasi cloud.

Pada tahapan ini juga, kebanyakan perusahaan mengalami stagnan, karena keperluan disaat itu dirasa sudah terjawab. Transisi dari Data-Aware ke Data-Savvy akan dimulai ketika investasi untuk teknologi tersebut sudah terlalu lama digunakan, sehingga muncul pertanyaan: “untuk ap akita menghabiskan semua uang ini?”.

d. Data-Savvy, dimana perusahaan mulai menyadari bahwa data tidak hanya dapat digunakan untuk tactical value, tapi juga sebagai strategic asset. Pada tahap ini, perusahaan akan mengembangkan insight dari data yang telah di analisa, sehingga dapat menjawab pertanyaan “what happened and why?”.

Transisi dari Data-Savvy ke Data-Driven akan dimulai Ketika perusahaan sudah mendapatkan insight yang konkret. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah “what`s next?”

e. Data-Driven, kombinasi dari data, analisa, serta insight sehingga dapat menjawab pertanyaan “What happened, Why, serta What`s next?”. Semua keputusan dan plan diambil berdasarkan penganalisaan data yang dikumpulkan.

3. People Transformation / Transformasi Sumber Daya

Orang atau sumber daya merupakan bagian terpenting dalam menentukan keberhasilan dari transformasi digital.

Kebanyakan perusahaan melupakan bagian ini karena menganggap dengan teknologi dan data saja transformasi digital bisa di dijalankan, padahal teknologi dan data hanyalah media yang perlu dioperasikan, sehingga perlu operator yang tepat dan paham mengenai cara dan tujuan penggunakan teknologi dan data dalam memenuhi transformasi digital, sehingga munculah istilah “people drive the digital transformation”.

Hal yang terpenting dalam transformasi digital terkait dengan people adalah, dibutuhkannya seorang leader yang dapat menyampaikan visi ke orang-orang di perusahaan sehingga munculah proses mindset-shifting.

Dengan membangun sebuah kebiasaan baru ke para karyawan perusahaan, kemudian meng-optimalkan penggunaan teknologi baru, serta pengembangan inovasi yang berkesinambungan pada perusahaan, maka bisa di pastikan bahwa perusahaan sudah siap untuk transformasi digital.

Jika sudah paham, lalu apa yang perusahaan dapat?

Pemahaman yang tepat mengenai transformasi digital akan menuntun perusahaan mencapai tujuan dengan lebih efektif dan meminimalisir terjadinya kegagalan, dan akhirnya menyia-nyiakan waktu.

Lalu apa yang perusahaan dapatkan setelah bertransformasi? Yaitu dengan memanfaatkan Digital Feedback Loop. Lalu apa itu digital feedback loop? Feedback atau umpan balik adalah informasi mendasar dari apa yang terjadi dari apa yang telah dilakukan.

Dengan memberikan Tindakan dari hasil umpan balik tersebut, akan menghasilkan feedback loop. Sedangkan digital feedback loop menggunakan teknologi digital untuk mengumpulkan data, menganalisa hasil umpan balik, kemudian memberikan informasi lengkap, hingga menindak-lanjuti perbaikan/pengembangan yang perlu dilakukan.

digital feedback loop - vibicloud

Digital Feedback Loop dapat digunakan untuk melakukan pengembangan secara operasional internal hingga memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Terdapat 4 wilayah dasar yang perlu di perhatikan dalam pengembangan inovasi, yaitu:

  1. Karyawan
  2. Operasional
  3. Produk
  4. Pelanggan

Dari ke-4 wilayah ini yang akan menjadi sumber data perusahaan untuk kemudian di kumpulkan dan di analisa secara real-time. Dari hasil penganalisaan tersebut akan menjawab pertanyaan “what happened, and why?”. Kemudian secara konkrete akan memberikan insight untuk memutuskan tindakan apa yang perlu di lakukan untuk merespon kondisi tersebut.

Dengan kata lain, dari sumber data, proses analisa, dan hasil yang didapat, perusahaan dapat melakukan pengembangan dan perbaikan dari setiap kejadian yang ada, serta merencakan strategi jangka panjang sebagai tujuan besar yang ingin di capai. Dengan adanya pengambilan data yang akurat, taktik yang dibuat serta keputusan yang diambil juga akan akurat.

ViBiCloud telah membantu beberapa customer untuk ber-Transformasi Digital, salah satu nya adalah Hypernet. Dengan penggunaan solusi power platform, yang di implementasikan untuk membuat aplikasi sederhana untuk proses quotation approval flow, serta memiliki kemampuan untuk kalkulasi layanan yang akan di tawarkan dan dimasukan kedalam quotation tersebut, membuat proses menjadi lebih cepat tanpa adanya manual proses yang perlu dilakukan.

Read More Article's

Hospitals must ensure that patient records, diagnostic images, and administrative files are stored securely, remain easily accessible, and comply with strict data retention regulations.

Read More Article's

Memahami OCR dan IDP sangatlah penting, karena salah mengambil teknologi pada akhirnya akan menghambat pada tujuan perusahaan.

Keep in Touch

Fill Form & Download Our Company Profile (UPDATE)

We are here to assist you with your cooperation in the 24/7 day. We are ready to respond to you by following the information. Please contact us for more information! (UPDATE)

Fill This Form