June 12 , 2020

Business Continuity Dan Disaster Recovery Secara Teknis

Blog blog
BCDR atau yang mempunyai kepanjangan Business Continuity dan Disaster Recovery yang mana merupakan suatu metode pencegahan bagaimana caranya untuk me-recover suatu sistem jika sistem tersebut mengalami kerusakan yang berakibat menjadi tidak dapat digunakan, namun proses bisnis yang memakai sistem tersebut tetap dapat berjalan kembali dengan seperti keadaan normal. Dalam era digital saat ini, sudah hampir seluruh proses bisnis yang dijalankan sudah menggunakan digitalisasi, yang mana berarti jalannya proses bisnis tersebut sangat bergantung dengan sistem IT yang digunakannya. Sebagai contoh, jika Perusahaan A menggunakan hanya 1 server yang digunakan sebagai online-shop untuk menjalankan bisnis mereka, maka secara tingkat risiko pada bisnis yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut sangatlah tinggi, kenapa? Dikarenakan jika server yang digunakan tersebut mengalami kerusakan/failure, entah itu disebabkan oleh virus, hardware yang rusak, atau bahkan bencana alam yang diluar jangkauan kita, maka proses bisnis dari perusahaan tersebut pasti akan berhenti, dan juga pasti mengalami kerugian. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dari kasus tersebut ada 2, yaitu membuat server backup (Cold DR), dan membuat server replikasi ke site (tempat) lain (Hot DR), yang mana kedua hal tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan-nya masing masing. Namun sebelum membahas perbedaan dari cold DR dan hot DR tersebut, BCDR ini juga sangat erat kaitannya dengan RTO dan RPO. Dan berikut ini untuk penjelasan dari RTO dan RPO :
  • RTO atau Recovery Time Object, yang mempunyai maksud yaitu seberapa lama server pengganti dari server utama-nya dapat digunakan. Sebagai contoh, jika server utama mengalami down pada jam 12:00, dan server pengganti-nya dapat menyala dan digunakan pada jam 12:15, maka RTO-nya yaitu 15 menit (selisih dari server utama down, dan server penggantianya menyala dan dapat digunakan).
  • RPO atau Recovery Point Object, yang mempunyai maksud seberapa lama data yang akan hilang ketika server utama-nya mengalami down, dan server penggantinya dapat menggantikan server utama-nya. Sebagai contoh, jika server utama mengalami down & data terakhir yang disimpan-nya pada jam 12:00, kemudian server penggantinya dapat menyala dan digunakan pada jam 12:15, namun untuk data terakhir yang disimpan dalam server pengganti tersebut pada jam 12:05, maka hal tersebut mempunyai RPO-nya yaitu 5 menit (selisih dari data terakhir yang disimpan dari server utama, dengan server penggantinya).
Lalu jika sudah mengetahui perbedaan dari RPO dan RTO, berikut ini perbedaan dari solusi Cold DR dan Hot DR : Cold DR, yang mana solusi ini menawarkan membuat server cadangan dari server utama-nya, namun server cadangan tersebut bersifat passive, yang berarti hanya akan menyala dan digunakan ketika server utama-nya mengalami down. Untuk solusi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan :
  • Secara biaya biasanya paling murah dibanding dengan solusi lainnya
  • Implementasi secara teknis yang tidak terlalu sulit
Kekurangan :
  • Mempunyai RTO dan RPO yang cenderung tinggi dibanding dengan solusi lainnya
  • Proses bisnis akan dapat berjalan kembali cenderung lebih lambat dibanding dengan solusi lainnya
Read More Article's

Hospitals must ensure that patient records, diagnostic images, and administrative files are stored securely, remain easily accessible, and comply with strict data retention regulations.

Read More Article's

Memahami OCR dan IDP sangatlah penting, karena salah mengambil teknologi pada akhirnya akan menghambat pada tujuan perusahaan.

Keep in Touch

Fill Form & Download Our Company Profile (UPDATE)

We are here to assist you with your cooperation in the 24/7 day. We are ready to respond to you by following the information. Please contact us for more information! (UPDATE)

Fill This Form