June 02 , 2022

Apa itu Red Hat Enterprise Linux (RHEL)?

Blog

Perusahaan Red Hat penyedia layanan open source terbesar di dunia, terus mengembangi berbagai kemampuan baru dari produk dan resource mereka. Seperti Red Hat Enterprise Linux telah memungkinkan enterprise menciptakan berbagai inovasi di seluruh lingkungan IT mereka, mulai dari ruang-ruang server dan lingkungan virtual sampai ke public cloud dan lokasi paling terpencil sekalipun dari jaringan enterprise mereka.

 

Pengertian Red Hat Enterprise Linux (RHEL)

 

Red Hat Enterprise Linux (disingkat RHEL) adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Red Hat dan ditujukan sebagai produk komersial untuk server, virtual machine, dan cloud computing perusahaan.

 

Penyedia solusi open source terkemuka di dunia Red Hat, Inc memperkenalkan sejumlah kemampuan baru yang disematkan pada Red Hat Enterprise Linux, kemampuan baru ini dirancang untuk membantu enterprise mendorong edge computing mereka ke hybrid cloud.

 

Red Hat Enterprise Linux dapat menjadi platform Linux tunggal yang siap mendukung berbagai aplikasi di seluruh lingkungan enterprise, dari server di on-premise ke public cloud dan dari core datacenter ke perangkat edge di tempat yang jauh sekalipun.

 

Standarisasi pada inovasi terbuka ini dapat menjadi tulang punggung bagi open hybrid cloud, sehingga perusahaan-perusahaan dapat fokus pada inovasi aplikasi dan layanan serta memecahkan tantangan kompetibilitas maupun integrasi yang terjadi di lingkungan IT.

 

Versi Terbaru Red Hat Enterprise Linux

 

Red Hat mengumumkan Red Hat Enterprise Linux 8.5, merupakan versi terakhir dari platform linux enterprise terbaik di dunia. RHEL menawarkan secara umum operating system terbuka yang dapat digunakan diberbagai cloud, data center tradisional dan melampaui batas.

 

Platform ini memungkinkan tim IT mengandalkan skill yang ada, sementara mereka menggunakan kapabilitas yang baru dan lebih hebat untuk mengembangkan aplikasi dan layanan yang transformatif, yang dibutuhkan oleh bisnis mereka, di manapun workload ini dijalankan.

 

red hat enterprise linux

 

Menurut riset terbaru, banyak perusahan kini menyadari bahwa penggunaan public cloud secara eksklusif tidak feasible secara ekonomi pada jangka panjang. Pada saat yang sama, Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2026, “pengeluaran untuk public cloud akan melebihi 45 persen dari semua pengeluaran IT enterprise, naik dari hampir 17% pada tahun 2021”.

 

Red Hat telah lama memimpin jagad hybrid multicloud, di mana konsumen bisa mewujudkan visi aplikasi apapun dan di manapun, dengan memilih lingkungan dan teknologi yang tepat, yang dibangun di atas fondasi yang fleksibel dan lebih konsisten. Ini menjadikan fondasi umum Linux, yang dirancang untuk pusat data tradisional dan untuk menangani kerumitan penggunaan multicloud dan komputasi edge, menjadi sebuah kebutuhan dalam transformasi digital.

 

Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 8.5 menawarkan backbone tersebut, sebab platform ini dibangun berdasarkan kepakaran Red Hat dalam teknologi Linux, yang selama lebih 20 tahun telah mengembangkan platform inovatif yang dipakai oleh provider public cloud, berbagai arsitektur hardware, lingkungan virtual, dan model komputasi edge.

 

Update pada platform ini akan memperluas layanan Red Hat Insights, membangun kapabiltas pengelolaan container yang sudah ada, dan memudahkan tim IT untuk menyusun sistem dengan workload yang spesifik, di mana pun mereka berada di jagad multicloud.

 

Gunnar Hellekson general manager, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat mengungkapkan

 

”Red Hat Enterprise Linux 8.5 menegaskan peran platform Linux enterprise di dunia dalam ekosistem multicloud, memberikan kemampuan baru untuk memenuhi kebutuhan IT yang terus berkembang dan semakin rumit, mulai dari inovasi cloud-native container yang ditingkatkan, hingga memperluas skill Linux dengan sistem role, di manapun pelanggan membutuhkannya.”

Gunnar Hellekson - General Manager Red Hat Enterprise Linux

 

Keunggulan Red Hat Enterprise Linux

 

1. Mengatasi Pemasangan yang Rumit

 

Red Hat Insights adalah layanan analisis prediktif dari Red Hat yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi masalah pada sistem, kini tersedia by default di hampir semua layanan berlangganan RHEL. Dengan peluncuran RHEL 8.5, Red Hat menambahkan kapabilitas baru seputar vulnerability, compliance, dan remediasi pada Red Hat Insights. Penambahan ini akan membantu perusahaan menjadi lebih efektif dalam mengelola lingkungan RHEL di lingkungan multicloud dan hybrid cloud apapun, meskipun itu menyangkut skenario security atau compliance.

 

2. Memperkuat inovasi container

 

Container merupakan komponen penting dalam implementasi DevOps modern, yang merupakan kunci dalam pengadopsian strategi multicloud dan hybrid cloud. Red Hat Enterprise Linux 8.5 melanjutkan kepemimpinan Red Hat dalam pembuatan aplikasi yang containerized sehingga lebih mudah digunakan dan dikelola dengan:

 

  • Kreasi gambar yang lebih cepat dengan rootless OverlayFS
  • Dukungan penuh untuk containerized Podman dalam sistem continuous integration/continuous development (CI/CD) serta lingkungan operasional lain.
  • Native integration dengan cgroup2 untuk pemanfaatan sumber daya yang lebih baik
  • Verifikasi image signature dengan container secara default, yang memverifikasi keaslian gambar di container saat instalasi dan mengonfirmasi bahwa gambar diambil dari Red Hat Container Registry dan belum dirusak sejak ditandai.

 

3. Menyederhanakan operasional multicloud

 

Saat lingkungan IT modern tersebar di beberapa public cloud, lingkungan virtual, private cloud, on-premise server dan perangkat edge, pengalaman operasional IT menjadi lebih kompleks.

 

'Untuk membantu mengatasi kerumitan tersebut dan memperluas keterampilan tim operasional IT, baik yang baru maupun senior, RHEL 8.5 kini mendukung system role baru di Red Hat Enterprise Linux.

 

a. System role merupakan konfigurasi preset dalam sistem RHEL, yang memungkinkan tim IT mendukung workload spesifik dari cloud hingga edge, dengan lebih mudah dan cepat. RHEL 8.5 meliputi:

 

b. System role dalam Red Hat Enterprise Linux untuk Microsoft SQL Server yang memudahkan administrator IT dan database untuk menginstal, melakukan konfigurasi dan menyesuaikan SQL Server secara otomatis menurut kebutuhan spesifik mereka.

 

c. System role Red Hat Enterprise Linux untuk virtual private networking (VPN) yang membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengonfigurasi VPN tunnels, meningkatkan konsistensi dan mengurangi risiko kesalahan konfigurasi, yang bisa menjadi faktor umum dalam insiden keamanan IT.

 

d. System role Red Hat Enterprise Linux untuk Postfix yang mengotomatisasi dan melakukan standarisasi konfigurasi untuk Postfix mail servers, menghindari langkah-langkah manual sambil tetap bisa melakukan kustomisasi.

Read More Article's

Hospitals must ensure that patient records, diagnostic images, and administrative files are stored securely, remain easily accessible, and comply with strict data retention regulations.

Read More Article's

Memahami OCR dan IDP sangatlah penting, karena salah mengambil teknologi pada akhirnya akan menghambat pada tujuan perusahaan.

Keep in Touch

Fill Form & Download Our Company Profile (UPDATE)

We are here to assist you with your cooperation in the 24/7 day. We are ready to respond to you by following the information. Please contact us for more information! (UPDATE)

Fill This Form